SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KLASIFIKASI
SECARA UMUM
OLEH
NI PUTU C. RISPASANTIDEWI A.S
D3 PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA
NIM: 1712312010
Abstrak
Tujuan dari Paper ini adalah guna
untuk mengetahui sejarah dan perkembangan klasifikasi secara umum
Diharapkan paper ini akan memberikan
gambaran tentang system klasifikasi dari pengertian klasifikasi, sejarah dan
perkembangan klasifikasi Makhluk Hidup dan langkah-langkah mengklasifikasi.
Secara umum Klasifikasi merupakan suatu cara penyusunan atau pengelompokan
sesuatu agar menjadi sistematis. Sedangkan Klasifikasi makhuk hidup adalah
pengelompokan makhluk hidup berdasarkan peramaan dan perbedaan ciri-ciri yang
dimilikinya. Tujuan klasiikasi adalah guna memudahkan untuk mengenali jens
makhluk hidup serta memudahkan untuk mengetahui nama ilmiah dalam ilmu biologi.
Perkembangan klasifikasi makhluk hidup secara umum dibagi menjadi dua yaitu
dari segi sifat dan segi kingdomnya.
Kata
Kunci : Pengertian klasifikasi, sejarah dan perkembangan
klasifikasi Makhluk Hidup , langkah mengklasifikasi
LATAR BELAKANG
Klasifikasi secara umum merupakan
suatu cara menyusun, menggolongkan, atau mengelompkkan sesuatu agar menjadi
sistematis. Sedangkan klasifikasi Makhluk hidup
adalah suatu proses pengaturan makhluk hidup dalam tingkat kesatuan
kelasnya yang sesuai. Menurut KBBI Klasifikasi ialah penyusunan bersistem dl
kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Ini dapat
dicapai dengan menyatukan golongan yang sama
dengan memisahkan golongan-golongan yang berbeda. Hasil dari proses ini
biasanya dinamakan suatu system klasifikasi yang menyatakan adanya hubungan
kekerabadan organsnisme. Para ahli biologi telah membuat cabang biologi yang
khusus mengenai klasifikasi yang dinamakan dengan Taksonomi. Taksonomi adalah
ilmu tentang identifikasi tanaman dan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan
aturan tertentu. Klasifikasi makhluk hidup menggunakan ciri-ciri tertentu yaitu
dengan persamaan ciri atau morfologi fisiologi
dan anatomi yang terdapat pada makhluk hidup.
Sistem klasifikasi makhluk hidup
terus berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan khususnya Taksonomi, saat
ini terdapat tiga system kasifikasi makhluk hidup yaitu system Buatan, system
Alami, dan system Filogenetik. Di Bumi terdapat beraneka ragam makhluk hidup.
Karena adanya keanekaragaman makhluk hidup maka diperlukannya system untuk
mengatur perbedaan tersebut. Terdapat seorang tokoh Yunani yang mencetuskan
ilmu taksnomi yaitu theoprates pada tahun 370-285 SM yang setelah itu
dikembangkan oleh tokoh dari Swedia. Ilmu taksonomi adalah imu tentang
klasifikasi, identifikasi, dan tanaman makhluk hidup.
Tujuan dari Klasifikasi adalah untuk
mempermudah pengenalan dan pembelajaran terhadap makhluk hidup serta
mempermudah dalam mengkomunikaskan dengan orang lain. Klasifikasi juga berguna
untuk menyederhanakan objek studi adalah mencari perbedaan dalam keseragaman
yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengklasifikasikan jadi suatu takson
mempunyai beberapa kesamaan sifat.
PENGERTIAN KLASIFIKASI
Klasifikasi
merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda “Classicatie” yang sendirinya
berasal dari bahasa Prancis yang berarti metode untuk menyusun data secara
sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan.
Dapat dikatakan juga bahwa klasifikasi merupakan pembagian sesuatu menurut
kelas-kelas. secara harafiah dapat dikatakan bahwa klasifikasi adalah suatu
cara pengelompokan yang didasarkan pada suatu ciri-ciri tertentu yang berbeda. Dan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Klasifikasi adalah penyusunan
bersistem dl kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang
ditetapkan. ahli biologi menggunakan system klasifikasi guna untuk
mengelompokkan tumbuhan atau hewan yang memiliki persamaan secara struktur. Lalu
Setiap tumbuhan Atau Hewan di pasang-pasangkan sesuai dengan kelompok tumbuhan
atau hewan yang memiliki persamaan dalam katagori yang lain. Jhon Ray yang
berasal dari Inggis adalah orang pertama yang mengusulkan hal ini. Dan Ide
tersebut di sempurnakan kembali oleh Carl Von Linne yang merupakan seorang ahli
botani yang berkebangsaan Swedia yang dikenal saat ini dengan nama Carolus
Lnnaeus.
Klasifikasi modern berasal pada
system Carolus Linnaeus yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan fisik yang
dimiliki. Jenis pengelompokkan ini sudah di revisi sejakCarolus Linnaeus guna
untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang di turunkan dari Darwin.
Maka untuk mengenali dan mempelajari tentang makhluk hidup secara keseluruhan
tidak mudah maka dibuatkanlah klasifikasi sebagai pengelompokkan makhluk hidup
dan mulai berkembang mengikuti perkembangnya ilmu pengetahuan.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KLASIFKASI MAKHLUK HIDUP
Sistem
Klasifikasi Makhluk Hidup mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Seperti
Pada awalnya manusia hanya mengelompokkan tumbuhan kedalam 2 kelompok yaitu
tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tumbuhan yang tidak dapat di konsumsi.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan menuntut system klasifikas makhluk hidup
agar lebih maju. Seperti dengan adanya system taksonomi.
Pada
masa sejarah dan perkembangan klasifikasi makhluk hidup diawali dari
Aristoteles (384-422 M) yang merupakan tokoh klasifikas pada zaman Yunani Kuno,
beliau telah menulis hasil pengamatannya dan menghasilkan bagan klasifikasi.
Aristoteles mengklasifikasi mencangkup 500 hewan dan membaginya dalam kelompok
besarr yang bedasarkan darah merah (Vertebrata) dan tak berdarah merah (hewan
tak bertulang belakang). Aristoteles menggunakan ciri-ciri embriologi tingkah
laku dan ekologi guna mengklasifikas organism serta ciri-ciri struktur dan
morfologi. Aristoteles terkadang juga tidak konsisten dalam melakukan
klasifikasi seperti saat membagi makhluk hidup dan kelompok terrestrial
(rganisme darat) dan akuatik (Air)
Masa
Sejarah dan Perkembangan klasifikasi Makhluk hidup dibagi menjadi 6 sistem
yaitu berdasarkan cara pemilihan sifat dalam penyusunan klasifikasi adapun
pembagiannya yaitu sebagai berikut:
1.
Klasifikasi
Periode Tertua
Pada periode ini kira kirapada abad ke-4 secara formal
belum dikenal adanya sistem klasifikasi yang diakui sejak awal kehidupan
manusia bergantung pada bahan yang berasal dari tumbuhan. Sejak dahulu manusia
telah melakukan kegiatan yang termasuk dalam lingkup taksonomi, seperti
mengenali dan memilah tumbuhan yang berguna dan yang tidak berguna baginya
termasuk pemberian nama dan yang du temukan dapat dikomunikasikan dengan pihak
lain.
Sejak zaman prasejarah orang yang mengenal
tumbuh-tumbuhan penghasil bahan pangan yang penting seperti yang kita kenal
hingga saat ini. Macam-macam jenis tumbuhan ini diperkirakan telah dikenal
sejak 7 atau 10 ribu tahun yang lalu. Sejak beberapa rbu yang lalu dikenal
dengan berbagai jenis tumbuhan yang merupakan penghasl pangan,sandang,dan obat-obatan
yang berarti sebenarnya mereka telah menerapkan sistem klasifikasi yang didasarkan atas manfaaat tumbuhan
sehingga dkatakan sebagai sistem buata yang tertua.
Sekalipun tidak adanya bukti konkrit yang berwujud
peninggalan yang berupa dokumen atau bentuk karya tulis lainnya tidak perlu
diragukan bahwa sesuai dengan pernyataan Bloembergen pemulaan taksonomi
tumbuhan harus dgali dari kedalaman sejarah peradaban manusia dibumi.
2.
Periode
Sistem Habitus (Abad ke-4 sampai 17 SM)
Taksonomi tumbuhan ilmu pengetahuan yang baru dianggap
pada abad ke-4 SM oleh orang yunani yang dipelopori oleh Theophrates (370-285
SM) seorang murid dari filsuf Yunani yang bernama Aristoteles yang merupakan murid filsuf Yunani yaitu
Plato. Sistem klasifikasi diusulkan oleh bangsa Yunani dengan Theophrastes
sebagai pelopornya yang dikuti oleh kaum ahli botan dan nama itu terus dipakai
selama lebih dari 10 abad.
Sistem klasifikasi ini bersifat dominan kira-kira pada
abad ke-4 SM sampai melewati abad pertengahan, dan selama periode ini ahli
botani, herbalis, dan filsuf telah menciptakan sistem klasifikasi yang pada
umumnya masih bersifat kasar namun sering dinyatakan telah mencerminkan adanya
hubungan kekerabatan antara golongan yang terbentuk.Theophrastes telah dianggap
sebagai bapaknya ilmu tumbuhan dalam karyanya yang berjudul “Historia
Plantarum” telah memperkenalkan dan memberikan dekripsi untuk sekitar 480 jenis
tumbuhan. Dalam karya ini sistem
klasifikasi yang telah diterapkan oleh Theoprastesyang telah mencerminkan
falsafah Aristoteles dan Plato yang merupakan suatu sistem klasifikas tumbuhan
bedasarkan bentuk dan struktur. Selain itu beliau juga mengelompokkan menurut
umur dan membedakan tumbuhan yang berumur pendek, berumur 2 tahun dan yang
berumur panjang. Adapun yang telah
dlakukan oleh Theoprates hasil klasifikas tumbuhan yang telah diciptakan yang
masih dianggap nyaat merupakan suatu sistem artificial.
3.
Periode
Sistem Buatan
Periode ini terjadi pada permulaan abad ke-18 yang
ditandai dengan sistem yang murni artifisal yang sengaja dibuat sebagai sarana
pembantu dalam identifikas tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan
tekstur umbuhan sebagai dasar utama pengklasifikasian. Namun pengambilan
kesimpulan mengenai kekerabatan antara tumbuhan. Dalam periode ini tokoh yang
paling menonjol adalah Karl Linne Yang dibawah bimbingan Dr. Rudbeck.
Sistem klasifikas tumbuhan yang diciptakan oleh Linnaeus
yang masih dikatagorikan sebagai sistem artvisial. Nama Sistema Sexsuale untuk
sistem yang di ciptakan sebenarnya kurang tepat. Karena pada dasarnya sistem
ini tidak ditekankan pada masalah jenis kelamin tapi pada kesamaan jumlah alat
kelamn seperti jumlah benangsari. Nama-nama golongan tumbuhan yang diciptakan
oleh Linneaus seperti berbenang sari tunggaln berbenang sari dua, berbenang
sari tiga dan seterusnya. Oleh sebab itulah sistem klasifikasi tumbuhan ciptaan
Lnnaeus dikenal dengan sistem numeric.
Sesungguhnya Linnaeus telah dianggap kurang tepat apabila
ia sebagai pencipta tanaman ganda. Sebelum
Linnaeus, sistem tanaman ganda telah dirintis oleh caspar bauhin yang
dalam tahun 1623 dalam bukunya “Pinax Theatr Botanici telah menerapkan sistem
tanaman ganda pada tumbuhan. Karena besar jasa-jasa yang diberikan oleh
Linnaeus bagi perkembangan taksonomi umumnya dan taksonmi tumbuhan khususnya
bagi dunia ilmu hayat Linnaeus mendapatkan gelar sebagai “bapak taksonomi” baik
hewan maupun tumbuhan dan juga mendapat pengakuan dari Negara yang diberikan
oleh raja swedia yang mengangkat Linnaeus ke jenjang sehingga nama karl linne
diubah menjadi karl von nine.
4.
Periode
Sistem Alamiah
Mulai berakhirnya abad ke-18 mulai lagi adanya
perubahan-perubahan yang revoludioner dalam mengkalsifkasi tumbuhan, sistem
klasifikasi yang baru disebut dengan “sistem alam” yaitu golongan yang
terbentuk dari unit-unit yang natural bila terdiri dari anggota dan dengan
demikian dapat tercermin pengertian manusia mengenai yang disebut yang
dikehendaki oleh alam. Istilah sistem alam secara harafiah berguna untuk aliran
baru dalam klasifikasi yang kurang tepat karena semua klasifikasi adalah sistem
buatan. Untuk sistem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini digunakan
dengan nama sistem alam dengan maksud gunu memenuhi keinginan manusia akan
adanya penataan yang tepat dan lebih baik dari sistem sebelumnya.
5.
Sistem
Klasifikasi Filogenetik
Teori evolusi, teori desendensd atau teori keturunan yang
merupakan suatu teori hingga sekarang leh sebagian orang terutama tokoh agama
masih diaanggap controversial dan tetap ditentang kendati ajaran itu tetap
diterima dan cpat tersebar luas dikalangan kaum ilmuan yang begitu fanatic
terhadap teori ini sampai ada yang menyatakan bahwa “evolusi bukan teori lagi,
tetapi adalah suatu aksioma yang tidak diperlu diragukan kebenarannya dan oleh
karenanya tdak perlu diperdebatkan lagi”.
Mengadakan penggolongan tumbuhan yang sekalgus
mencerminkan urutan golongan itu dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan
demikian juga menunjukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan
yang lain. Maka dalam klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “Filogeni”
dan dari sini lahirlah nama “sistem Filogenetik” kenyataannya, bahwa kemudian
muncul sistem klasifikasi yang berbeda dan membuktkan bahwa persepsi dan
interpretasi para ahli biolgi yang disebut filogeni itu masih berbeda-beda.
6.
Sistem
Klasifikasi Kontemporer
Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat
[ada abad ke-20 ini pasti akan berpengaruh terhadap perkembangan ilmu taksonomi
tumbuhan. Kecenderunagn untuk mengkuantaifkan data penelitian dan penerpan
matematika dalam pengolahan data uang diperoleh, maka telah menyusup juga
kedalam ilmu-ilmu sosial yang semula belum pernah memanfaatkan matematika dan
belum mempertimbangkan kemungkinan yang dapat dicapai dengan penerapan
pendekatan kuantiatif matematik
Pengolahan data secara elektronik juga sudah diterapkan
sebagai prosedur dalam penelitian taksonomi antara lain dalam penyimpanan dan
pengambilan laporan atau informasi.
Perkembangan Klasifikasi di bagi beberapa kingdom seperti
berikut:
Terdapat
5 jenis sistem klasifikasi makhluk hidup dalam sistem filogenetik mengalami
perkembangan karena selalu ada penemuan baru sesuai dengan peradaban manusia. Pada mulanya sistem
filogenetik menggunakan 2 sistem kingdom yaitu dunia tumbuhan dan hewan. Namun
pada kenyataannya untuk organisme tingkat rendah sulit ditentukan. Oleh sebab
itu sistem klasifikasi ditambah menjadi tujuh kingdom.
1.
Klasifikasi
dua kingdom
Dalam sistem dua
kingdom dibagi menjadi dua periode yaitu masa Aristoteles dan Carolus Linnaeus
A. Masa
Aristoteles
Makhluk hidup dibagi menjadi dua kingdom
yaitu kingdom tumbuhan dan hewan. Pada kingdom tumbuhan dibagi menjadi dua
yaitu herba semak dan pohon. Sedangkan kingdom hewan dibagi menjadi dua yaitu
yang berdarah panas dan yang berdarah dingin.
B. Masa
Carolus Linnaeus
Pada tahun 175 penemuan Aristoteles di
sempurnakan kembali. Bahwa makhluk hidup di bagi menjadi dua yatu tumbuhan dan
hewan. Dimana dengan cirri-cirinya seperti tumbuhan memiliki ciri bendinding
sel, berklorofil fan berfotosintesis. Bakteri dan jamur walaupun tidak
berklorofil namun tetap dimasukkan dalam ranah tumbuhan. Sedangkan hewan
memiliki cirri tidak berdinding sel, tidak berklorfil dan dapat bergerak bebas
2.
Klasifakasi
tiga kingdom
Dalam sistem tiga kingdom ditemukan oleh Ernest
Haekel pada tahun 1866 yang terdiri dari:
A. Kingdom
protista
B. Kingdom
Plantae
C. Kingdom
Anamalia
3.
Klasifikasi
empat kingdom
Sistem klasifikasi
empat kingdom ditemukan oleh Herbert Faulkner Copeland pada tahun 1956 yang
terdri dari empat kingdom sebagai berikut:
A. Kingdom
Monera
B. Kingdom
Prostista
C. Kingdom
Plantae
D. Kingdom
animalia
4.
Sistem
Klasifikasi lima Kingdom
Sistem klasifikasi
lima kingdom ditemukan oleh Robert H. Whittaker pada tahun 1969 dengan
menggunakan dasar tingkatan rganosme, susunan sel, dan factor nutrisinya.
Sistem klasifikasi lima kingdom itu adalah sebagai berikut:
A. Kingdom
Monera
B. Kingdom
Protista
C. Kingdom
Fungi
D. Kingdom
Plantae
E. Kingdom
animalia
5.
Sistem
klasifikasi enam Kingdom
Sistem klasifikasi
enam kngdom ini dikembangkan oleh Carl Woese pada tahun 1977 ia mengelompokkan menjadi enam kingdom yaitu sebagai berikut:
A. Archaebacteria
B. Eubacteria
C. Protista
D. Fungi
E. Plantae
F. Animalia
6.
Sistem
Klasifikasi tujuh Kingdom
Sistem klasifikasi
tujuh kingdom di perkenalkan oleh Thomas Cavaler Smith pada tahun 1998 berikut
tujuh kingdom makhluk hidup:
A. Kingdom
Archaebacteria
B. Kingdom
Eubacteria
C. Kingdom
Prtista-Protozoa
D. Kingdom
Chromista
E. Kigdom
Fungi
F. Kingdom
Plantae
G. Kingdom
Animalia
LANGKAH-LANGKAH MENGKLASIFIKASI
Untuk
mengklasifikasi melalui serangkaian tahapan yatu sebagai berikut:
1. Pengamatan
sifat makhluk hidup
Pengamatan merupakan proses awal yang dilakukan degan
mengidentifikasi makhluk hidup satu dengan yang lainnya. Mengamati berdasarkan
tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi
2. Pengelompokkan
berdasarkan ciri makhluk hidup yang telah di identifikasi/amati
Setelah mengamati
maka diteruskan dengan mengelompokkan makhluk hidup dengan ciri atau
sifat persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang di identifikasi/diamati.
3. Pemberin
nama makhluk hidup
Pemberian
nama makhluk hidup yang dimaksud adalah pemberian nama dengan sistem yang nama
ganda dan trionomial. Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat
makhluk hidup akan lebh mudah dipahami
KESIMPULAN
Dari
pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi merupakan Proses
pengelompokkan, penggolongan, atau memisah-misahkan berdasarkan sistem atau
standar kelas-kelas yang telah ditetapkan. Pada masa sejarah dan berkembangnya
klasifikasi makhluk hidup diawali dari Aristoteles (384-422 M) mengklasifikasi
mencangkup 500 hewan dan membaginya dalam kelompok besar yang bedasarkan darah merah (Vertebrata) dan
tak berdarah merah (hewan tak bertulang belakang. Pada awalnya klasifikas
dibagi menjadi dua dan seirng berkembangnya ilmu pengetahuan banyak ilmuan yang
menyempurnakan kembali mengenai klasifikasi sehingga menjadi klasifikasi tujuh
kingdom.
Tahap
klasifikasi harus diawali dari mengamati atau mengidentifikasi makhluk hidup
baik itu berdasarkan tingkah laku, betuk morfologi, anatomi, dan fisiolog
setelah itu maka diilakukannya pengelompokan sesuai dengan ciri persamaan dan
perbedaan makhluk hidup lalu dilakukan pemberian nama dengan adanya nama
makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup lebih mudah dipahami.
Klasifikasi yang diawali oleh klasifikasi makhluk hidup atau dari ilmu biologi
dan maka klasifikasi semakin berkembang
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
SARAN
Saya sebagai penulis mengharapkan
paper ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami mengenai sejarah dan
perkembangan klasifikasi Makhluk hidup dan diharapkan juga pembaca dapat
menggali tentang sistem klasifikasi karena klasifikasi sangat penting dalam
kehidpan kita sehari-hari agar lebih mudah menemukan suatu makhluk hidup
dikeanekaragaman jenis makhluk hidup bahkan tidak hanya makhluk hidup yang
perlu diklasifkasi, benda mati pun juga sangat perlu diklasifikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Berpendidikan. (2015). Sejarah
klasifikasi makhluk hidup. http://www.berpendidikan.com/2015/06/sejarah-klasifikasi-makhluk-hidup.html
diakses pada tanggal 9 Januari 2018
IJK,Biolog.(2017). Sistem
klasifikasi kingdomhttps://www.biologijk.com/2017/04/sistem-klasifikasi-kingdom.html
diakses pada tanggal 9 januari2018
Wikipedia.(2014).Klasifikasi https://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi
diakses pada tanggal 9 januari 2018
PLPG,belajarpenunjang.(2017).
Klasifikasi Makhluk Hidup. https://www.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/f1l3/PLPG2017/Download/materi/ipa/BAB-II_-KLASIFIKASI-MAKHLUK-HIDUP.pdf diakses pada tanggal 9 januari
2018
Komentar
Posting Komentar