FENOMENA dan MASALAH SOSIAL DALAM PERPUSTAKAAN



FENOMENA dan MASALAH SOSIAL DALAM PERPUSTAKAAN

v  MASALAH

1.      Masalah yang terjadi sekarang, tenaga yang mengisi perpustakaan biasanya adalah guru yang prestasi mengajarnya buruk di tempatkan untuk mengurus perpustakaan. Dari segi kesejahteraan gajinya saja sangat jauh dari gaji guru yang mendapatkan sertifikasi. Jika keadaannya demikian, maka sangat kecil kemungkinan untuk memajukan perpustakaan sekolah. Oleh sebab itu maka setiap sekolah sebaiknya memiliki seorang perpustakawan. Namun sangat disayangkan peminat ilmu perpustakaan kini tergolong sedikit.
2.      Kalian pasti tidak asing jika melihat perpustakaan yang di satukan dengan gedung lainnnya khususnya perpustakaan yang ada di Sekolah. Menurut pendapat saya Sekolah sebaiknya diberikan gedung khusus perpustakaan karena perpustakaan itu penting untuk di sekolah karena  perpustakaan adalah sumber informasi apalagi jika di lengkapi dengan fasilitas yang memadai hingga peminat baca di Indonesi meningkat.

v  FENOMENA
1.      Banyak orang menganggap tidak ada hubungannya antara Ujian Nasional (UN) dengan perpustakaan sekolah. Bila memperhatikan hasi UN tahun 2010 ini, maka kegagalan peserta didik sebahagian besar menyangkut Bahasa Indonesia. Mereka tidak menguasai Bahasa Indonesia karena anak didik tidak bisa membaca soal dengan cermat. Ketidakmampuan membaca soal dengan cermat ini dapat ditelusuri penyebabnya ialah anak didik kurang banyak membaca, terutama novel Indonesia.
Hal ini disebabkan karena pengajaran sastra diabaikan padahal sastra ikut mempengaruhi karakter serta kemampuan baca anak didik. Maka penyediaan bahan bacaan di perpustakaan merupakan suatu keharusan dengan perbandingan 60% nonfiksi dan 40% fiksi  . Hal tersebut sangat berbeda misalnya dengan zaman penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, setiap siswa harus baca 25 buku setahun, sedangkan sekarang belum tentu siswa membaca buku sastra dalam setahun. Maka dari itu buatlah perpustakaan adalah gedung atau ruangan yang menarik. Menurut pendapat saya perpustakaan sebaiknya tidak berisikan buku saja. Perpustakaan akan lebih  menarik apabila berisi computer untuk mencari informasi lain di internet dan jaringan wifi yang akan membuat setiap orang menjadi betah di perpustakaan dan tanpa di sadari minat membaca akan meningkat dengan sendirinya.
2.      Dalam perpustakaan pasti ada peminjaman dan pengembalian buku dan setiap anggota perpustakaan harus mengikuti peraturan yang ada di perpustakaan seperti mengembalikan buku tepat pada waktunya dan dalam keadaan yang sama saat meminjam. Namun tidak jarang ada saja anggota perpustakaan yang mengembalikan buku telat pada waktu yang telah di tentukan walaupun sudah sering diingatkan dan ada juga yang mengembalikan buku tapi dalam keadaan yang rusak. Itu dapat merugikan pihak perpustakaan itu sendiri oleh sebab itu maka sebaiknya anggota perpustakaan yang mengembalikan buku tidak tepat waktu dan dalam keadaan buku yang rusak sebaiknya di kenakan denda. Denda yang di kenakan akan di sesuaikan dengan kesalahan yang di buat dan berdasarkan kesepakatan oleh pihak perpustakaan.


Komentar