SEMESTER 2

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KLASIFIKASI SECARA UMUM
OLEH
 NI PUTU C. RISPASANTIDEWI A.S
D3 PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA
NIM: 1712312010

Abstrak
            Tujuan dari Paper ini adalah guna untuk mengetahui sejarah dan perkembangan klasifikasi secara umum
            Diharapkan paper ini akan memberikan gambaran tentang system klasifikasi dari pengertian klasifikasi, sejarah dan perkembangan klasifikasi Makhluk Hidup dan langkah-langkah mengklasifikasi. Secara umum Klasifikasi merupakan suatu cara penyusunan atau pengelompokan sesuatu agar menjadi sistematis. Sedangkan Klasifikasi makhuk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan peramaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimilikinya. Tujuan klasiikasi adalah guna memudahkan untuk mengenali jens makhluk hidup serta memudahkan untuk mengetahui nama ilmiah dalam ilmu biologi. Perkembangan klasifikasi makhluk hidup secara umum dibagi menjadi dua yaitu dari segi sifat dan segi kingdomnya.

Kata Kunci  :  Pengertian klasifikasi, sejarah dan perkembangan klasifikasi Makhluk Hidup , langkah mengklasifikasi

LATAR BELAKANG
            Klasifikasi secara umum merupakan suatu cara menyusun, menggolongkan, atau mengelompkkan sesuatu agar menjadi sistematis. Sedangkan klasifikasi Makhluk hidup  adalah suatu proses pengaturan makhluk hidup dalam tingkat kesatuan kelasnya yang sesuai. Menurut KBBI Klasifikasi ialah penyusunan bersistem dl kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Ini dapat dicapai dengan menyatukan golongan yang sama  dengan memisahkan golongan-golongan yang berbeda. Hasil dari proses ini biasanya dinamakan suatu system klasifikasi yang menyatakan adanya hubungan kekerabadan organsnisme. Para ahli biologi telah membuat cabang biologi yang khusus mengenai klasifikasi yang dinamakan dengan Taksonomi. Taksonomi adalah ilmu tentang identifikasi tanaman dan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan aturan tertentu. Klasifikasi makhluk hidup menggunakan ciri-ciri tertentu yaitu dengan persamaan ciri atau morfologi fisiologi  dan anatomi yang terdapat pada makhluk hidup.
            Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan khususnya Taksonomi, saat ini terdapat tiga system kasifikasi makhluk hidup yaitu system Buatan, system Alami, dan system Filogenetik. Di Bumi terdapat beraneka ragam makhluk hidup. Karena adanya keanekaragaman makhluk hidup maka diperlukannya system untuk mengatur perbedaan tersebut. Terdapat seorang tokoh Yunani yang mencetuskan ilmu taksnomi yaitu theoprates pada tahun 370-285 SM yang setelah itu dikembangkan oleh tokoh dari Swedia. Ilmu taksonomi adalah imu tentang klasifikasi, identifikasi, dan tanaman makhluk hidup.
            Tujuan dari Klasifikasi adalah untuk mempermudah pengenalan dan pembelajaran terhadap makhluk hidup serta mempermudah dalam mengkomunikaskan dengan orang lain. Klasifikasi juga berguna untuk menyederhanakan objek studi adalah mencari perbedaan dalam keseragaman yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengklasifikasikan jadi suatu takson mempunyai beberapa kesamaan sifat.

PENGERTIAN KLASIFIKASI
            Klasifikasi merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda “Classicatie” yang sendirinya berasal dari bahasa Prancis yang berarti metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan. Dapat dikatakan juga bahwa klasifikasi merupakan pembagian sesuatu menurut kelas-kelas. secara harafiah dapat dikatakan bahwa klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada suatu ciri-ciri tertentu yang berbeda. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Klasifikasi adalah penyusunan bersistem dl kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. ahli biologi menggunakan system klasifikasi guna untuk mengelompokkan tumbuhan atau hewan yang memiliki persamaan secara struktur. Lalu Setiap tumbuhan Atau Hewan di pasang-pasangkan sesuai dengan kelompok tumbuhan atau hewan yang memiliki persamaan dalam katagori yang lain. Jhon Ray yang berasal dari Inggis adalah orang pertama yang mengusulkan hal ini. Dan Ide tersebut di sempurnakan kembali oleh Carl Von Linne yang merupakan seorang ahli botani yang berkebangsaan Swedia yang dikenal saat ini dengan nama Carolus Lnnaeus.
            Klasifikasi modern berasal pada system Carolus Linnaeus yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan fisik yang dimiliki. Jenis pengelompokkan ini sudah di revisi sejakCarolus Linnaeus guna untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang di turunkan dari Darwin. Maka untuk mengenali dan mempelajari tentang makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah maka dibuatkanlah klasifikasi sebagai pengelompokkan makhluk hidup dan mulai berkembang mengikuti perkembangnya ilmu pengetahuan.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KLASIFKASI MAKHLUK HIDUP
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Seperti Pada awalnya manusia hanya mengelompokkan tumbuhan kedalam 2 kelompok yaitu tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tumbuhan yang tidak dapat di konsumsi. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan menuntut system klasifikas makhluk hidup agar lebih maju. Seperti dengan adanya system taksonomi.
Pada masa sejarah dan perkembangan klasifikasi makhluk hidup diawali dari Aristoteles (384-422 M) yang merupakan tokoh klasifikas pada zaman Yunani Kuno, beliau telah menulis hasil pengamatannya dan menghasilkan bagan klasifikasi. Aristoteles mengklasifikasi mencangkup 500 hewan dan membaginya dalam kelompok besarr yang bedasarkan darah merah (Vertebrata) dan tak berdarah merah (hewan tak bertulang belakang). Aristoteles menggunakan ciri-ciri embriologi tingkah laku dan ekologi guna mengklasifikas organism serta ciri-ciri struktur dan morfologi. Aristoteles terkadang juga tidak konsisten dalam melakukan klasifikasi seperti saat membagi makhluk hidup dan kelompok terrestrial (rganisme darat) dan akuatik (Air)
Masa Sejarah dan Perkembangan klasifikasi Makhluk hidup dibagi menjadi 6 sistem yaitu berdasarkan cara pemilihan sifat dalam penyusunan klasifikasi adapun pembagiannya yaitu sebagai berikut:

1.     Klasifikasi Periode Tertua
Pada periode ini kira kirapada abad ke-4 secara formal belum dikenal adanya sistem klasifikasi yang diakui sejak awal kehidupan manusia bergantung pada bahan yang berasal dari tumbuhan. Sejak dahulu manusia telah melakukan kegiatan yang termasuk dalam lingkup taksonomi, seperti mengenali dan memilah tumbuhan yang berguna dan yang tidak berguna baginya termasuk pemberian nama dan yang du temukan dapat dikomunikasikan dengan pihak lain.
Sejak zaman prasejarah orang yang mengenal tumbuh-tumbuhan penghasil bahan pangan yang penting seperti yang kita kenal hingga saat ini. Macam-macam jenis tumbuhan ini diperkirakan telah dikenal sejak 7 atau 10 ribu tahun yang lalu. Sejak beberapa rbu yang lalu dikenal dengan berbagai jenis tumbuhan yang merupakan penghasl pangan,sandang,dan obat-obatan yang berarti sebenarnya mereka telah menerapkan sistem klasifikasi  yang didasarkan atas manfaaat tumbuhan sehingga dkatakan sebagai sistem buata yang tertua.
Sekalipun tidak adanya bukti konkrit yang berwujud peninggalan yang berupa dokumen atau bentuk karya tulis lainnya tidak perlu diragukan bahwa sesuai dengan pernyataan Bloembergen pemulaan taksonomi tumbuhan harus dgali dari kedalaman sejarah peradaban manusia dibumi.

2.     Periode Sistem Habitus (Abad ke-4 sampai 17 SM)
Taksonomi tumbuhan ilmu pengetahuan yang baru dianggap pada abad ke-4 SM oleh orang yunani yang dipelopori oleh Theophrates (370-285 SM) seorang murid dari filsuf Yunani yang bernama Aristoteles  yang merupakan murid filsuf Yunani yaitu Plato. Sistem klasifikasi diusulkan oleh bangsa Yunani dengan Theophrastes sebagai pelopornya yang dikuti oleh kaum ahli botan dan nama itu terus dipakai selama lebih dari 10 abad.
Sistem klasifikasi ini bersifat dominan kira-kira pada abad ke-4 SM sampai melewati abad pertengahan, dan selama periode ini ahli botani, herbalis, dan filsuf telah menciptakan sistem klasifikasi yang pada umumnya masih bersifat kasar namun sering dinyatakan telah mencerminkan adanya hubungan kekerabatan antara golongan yang terbentuk.Theophrastes telah dianggap sebagai bapaknya ilmu tumbuhan dalam karyanya yang berjudul “Historia Plantarum” telah memperkenalkan dan memberikan dekripsi untuk sekitar 480 jenis tumbuhan.  Dalam karya ini sistem klasifikasi yang telah diterapkan oleh Theoprastesyang telah mencerminkan falsafah Aristoteles dan Plato yang merupakan suatu sistem klasifikas tumbuhan bedasarkan bentuk dan struktur. Selain itu beliau juga mengelompokkan menurut umur dan membedakan tumbuhan yang berumur pendek, berumur 2 tahun dan yang berumur panjang.  Adapun yang telah dlakukan oleh Theoprates hasil klasifikas tumbuhan yang telah diciptakan yang masih dianggap nyaat merupakan suatu sistem artificial.

3.     Periode Sistem Buatan
Periode ini terjadi pada permulaan abad ke-18 yang ditandai dengan sistem yang murni artifisal yang sengaja dibuat sebagai sarana pembantu dalam identifikas tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan tekstur umbuhan sebagai dasar utama pengklasifikasian. Namun pengambilan kesimpulan mengenai kekerabatan antara tumbuhan. Dalam periode ini tokoh yang paling menonjol adalah Karl Linne Yang dibawah bimbingan Dr. Rudbeck.
Sistem klasifikas tumbuhan yang diciptakan oleh Linnaeus yang masih dikatagorikan sebagai sistem artvisial. Nama Sistema Sexsuale untuk sistem yang di ciptakan sebenarnya kurang tepat. Karena pada dasarnya sistem ini tidak ditekankan pada masalah jenis kelamin tapi pada kesamaan jumlah alat kelamn seperti jumlah benangsari. Nama-nama golongan tumbuhan yang diciptakan oleh Linneaus seperti berbenang sari tunggaln berbenang sari dua, berbenang sari tiga dan seterusnya. Oleh sebab itulah sistem klasifikasi tumbuhan ciptaan Lnnaeus dikenal dengan sistem numeric.
Sesungguhnya Linnaeus telah dianggap kurang tepat apabila ia sebagai pencipta tanaman ganda. Sebelum  Linnaeus, sistem tanaman ganda telah dirintis oleh caspar bauhin yang dalam tahun 1623 dalam bukunya “Pinax Theatr Botanici telah menerapkan sistem tanaman ganda pada tumbuhan. Karena besar jasa-jasa yang diberikan oleh Linnaeus bagi perkembangan taksonomi umumnya dan taksonmi tumbuhan khususnya bagi dunia ilmu hayat Linnaeus mendapatkan gelar sebagai “bapak taksonomi” baik hewan maupun tumbuhan dan juga mendapat pengakuan dari Negara yang diberikan oleh raja swedia yang mengangkat Linnaeus ke jenjang sehingga nama karl linne diubah menjadi karl von nine.

4.     Periode Sistem Alamiah
Mulai berakhirnya abad ke-18 mulai lagi adanya perubahan-perubahan yang revoludioner dalam mengkalsifkasi tumbuhan, sistem klasifikasi yang baru disebut dengan “sistem alam” yaitu golongan yang terbentuk dari unit-unit yang natural bila terdiri dari anggota dan dengan demikian dapat tercermin pengertian manusia mengenai yang disebut yang dikehendaki oleh alam. Istilah sistem alam secara harafiah berguna untuk aliran baru dalam klasifikasi yang kurang tepat karena semua klasifikasi adalah sistem buatan. Untuk sistem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini digunakan dengan nama sistem alam dengan maksud gunu memenuhi keinginan manusia akan adanya penataan yang tepat dan lebih baik dari sistem sebelumnya.

5.     Sistem Klasifikasi Filogenetik
Teori evolusi, teori desendensd atau teori keturunan yang merupakan suatu teori hingga sekarang leh sebagian orang terutama tokoh agama masih diaanggap controversial dan tetap ditentang kendati ajaran itu tetap diterima dan cpat tersebar luas dikalangan kaum ilmuan yang begitu fanatic terhadap teori ini sampai ada yang menyatakan bahwa “evolusi bukan teori lagi, tetapi adalah suatu aksioma yang tidak diperlu diragukan kebenarannya dan oleh karenanya tdak perlu diperdebatkan lagi”.
Mengadakan penggolongan tumbuhan yang sekalgus mencerminkan urutan golongan itu dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan demikian juga menunjukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan yang lain. Maka dalam klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “Filogeni” dan dari sini lahirlah nama “sistem Filogenetik” kenyataannya, bahwa kemudian muncul sistem klasifikasi yang berbeda dan membuktkan bahwa persepsi dan interpretasi para ahli biolgi yang disebut filogeni itu masih berbeda-beda.

6.     Sistem Klasifikasi Kontemporer
Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat [ada abad ke-20 ini pasti akan berpengaruh terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan. Kecenderunagn untuk mengkuantaifkan data penelitian dan penerpan matematika dalam pengolahan data uang diperoleh, maka telah menyusup juga kedalam ilmu-ilmu sosial yang semula belum pernah memanfaatkan matematika dan belum mempertimbangkan kemungkinan yang dapat dicapai dengan penerapan pendekatan kuantiatif matematik
Pengolahan data secara elektronik juga sudah diterapkan sebagai prosedur dalam penelitian taksonomi antara lain dalam penyimpanan dan pengambilan laporan atau informasi.

Perkembangan Klasifikasi di bagi beberapa kingdom seperti berikut:

            Terdapat 5 jenis sistem klasifikasi makhluk hidup dalam sistem filogenetik mengalami perkembangan karena selalu ada penemuan baru sesuai dengan  peradaban manusia. Pada mulanya sistem filogenetik menggunakan 2 sistem kingdom yaitu dunia tumbuhan dan hewan. Namun pada kenyataannya untuk organisme tingkat rendah sulit ditentukan. Oleh sebab itu sistem klasifikasi ditambah menjadi tujuh kingdom.

1.     Klasifikasi dua kingdom

Dalam sistem dua kingdom dibagi menjadi dua periode yaitu masa Aristoteles dan Carolus Linnaeus
A.    Masa Aristoteles
Makhluk hidup dibagi menjadi dua kingdom yaitu kingdom tumbuhan dan hewan. Pada kingdom tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu herba semak dan pohon. Sedangkan kingdom hewan dibagi menjadi dua yaitu yang berdarah panas dan yang berdarah dingin.

B.    Masa Carolus Linnaeus
Pada tahun 175 penemuan Aristoteles di sempurnakan kembali. Bahwa makhluk hidup di bagi menjadi dua yatu tumbuhan dan hewan. Dimana dengan cirri-cirinya seperti tumbuhan memiliki ciri bendinding sel, berklorofil fan berfotosintesis. Bakteri dan jamur walaupun tidak berklorofil namun tetap dimasukkan dalam ranah tumbuhan. Sedangkan hewan memiliki cirri tidak berdinding sel, tidak berklorfil dan dapat bergerak bebas

2.     Klasifakasi tiga kingdom

Dalam  sistem tiga kingdom ditemukan oleh Ernest Haekel pada tahun 1866 yang terdiri dari:
A.    Kingdom protista
B.    Kingdom Plantae
C.    Kingdom Anamalia

3.     Klasifikasi empat kingdom

Sistem klasifikasi empat kingdom ditemukan oleh Herbert Faulkner Copeland pada tahun 1956 yang terdri dari empat kingdom sebagai berikut:
A.    Kingdom Monera
B.    Kingdom Prostista
C.    Kingdom Plantae
D.    Kingdom animalia

4.     Sistem Klasifikasi lima Kingdom

Sistem klasifikasi lima kingdom ditemukan oleh Robert H. Whittaker pada tahun 1969 dengan menggunakan dasar tingkatan rganosme, susunan sel, dan factor nutrisinya. Sistem klasifikasi lima kingdom itu adalah sebagai berikut:
A.    Kingdom Monera
B.    Kingdom Protista
C.    Kingdom Fungi
D.    Kingdom Plantae
E.    Kingdom animalia

5.     Sistem klasifikasi enam Kingdom

Sistem klasifikasi enam kngdom ini dikembangkan oleh Carl Woese pada tahun 1977 ia mengelompokkan  menjadi enam kingdom yaitu sebagai berikut:
A.    Archaebacteria
B.    Eubacteria
C.    Protista
D.    Fungi
E.    Plantae
F.    Animalia

6.     Sistem Klasifikasi tujuh Kingdom

Sistem klasifikasi tujuh kingdom di perkenalkan oleh Thomas Cavaler Smith pada tahun 1998 berikut tujuh  kingdom makhluk hidup:
A.    Kingdom Archaebacteria
B.    Kingdom Eubacteria
C.    Kingdom Prtista-Protozoa
D.    Kingdom Chromista
E.    Kigdom Fungi
F.    Kingdom Plantae
G.    Kingdom Animalia

LANGKAH-LANGKAH MENGKLASIFIKASI

Untuk mengklasifikasi melalui serangkaian tahapan yatu sebagai berikut:
1.     Pengamatan sifat makhluk hidup
Pengamatan merupakan proses awal yang dilakukan degan mengidentifikasi makhluk hidup satu dengan yang lainnya. Mengamati berdasarkan tingkah laku, bentuk morfologi, anatomi, dan fisiologi
2.     Pengelompokkan berdasarkan ciri makhluk hidup yang telah di identifikasi/amati
Setelah mengamati  maka diteruskan dengan mengelompokkan makhluk hidup dengan ciri atau sifat persamaan dan perbedaan makhluk hidup yang di identifikasi/diamati.
3.     Pemberin nama makhluk hidup
Pemberian nama makhluk hidup yang dimaksud adalah pemberian nama dengan sistem yang nama ganda dan trionomial. Dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup akan lebh mudah dipahami

KESIMPULAN

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi merupakan Proses pengelompokkan, penggolongan, atau memisah-misahkan berdasarkan sistem atau standar kelas-kelas yang telah ditetapkan. Pada masa sejarah dan berkembangnya klasifikasi makhluk hidup diawali dari Aristoteles (384-422 M) mengklasifikasi mencangkup 500 hewan dan membaginya dalam kelompok besar  yang bedasarkan darah merah (Vertebrata) dan tak berdarah merah (hewan tak bertulang belakang. Pada awalnya klasifikas dibagi menjadi dua dan seirng berkembangnya ilmu pengetahuan banyak ilmuan yang menyempurnakan kembali mengenai klasifikasi sehingga menjadi klasifikasi tujuh kingdom.
Tahap klasifikasi harus diawali dari mengamati atau mengidentifikasi makhluk hidup baik itu berdasarkan tingkah laku, betuk morfologi, anatomi, dan fisiolog setelah itu maka diilakukannya pengelompokan sesuai dengan ciri persamaan dan perbedaan makhluk hidup lalu dilakukan pemberian nama dengan adanya nama makhluk hidup maka ciri dan sifat makhluk hidup lebih mudah dipahami. Klasifikasi yang diawali oleh klasifikasi makhluk hidup atau dari ilmu biologi dan maka  klasifikasi semakin berkembang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

SARAN

            Saya sebagai penulis mengharapkan paper ini dapat membantu pembaca untuk lebih memahami mengenai sejarah dan perkembangan klasifikasi Makhluk hidup dan diharapkan juga pembaca dapat menggali tentang sistem klasifikasi karena klasifikasi sangat penting dalam kehidpan kita sehari-hari agar lebih mudah menemukan suatu makhluk hidup dikeanekaragaman jenis makhluk hidup bahkan tidak hanya makhluk hidup yang perlu diklasifkasi, benda mati pun juga sangat perlu diklasifikasi.

DAFTAR PUSTAKA

Berpendidikan. (2015). Sejarah klasifikasi makhluk hidup. http://www.berpendidikan.com/2015/06/sejarah-klasifikasi-makhluk-hidup.html diakses pada tanggal 9 Januari 2018
IJK,Biolog.(2017). Sistem klasifikasi kingdomhttps://www.biologijk.com/2017/04/sistem-klasifikasi-kingdom.html diakses pada tanggal 9 januari2018
Wikipedia.(2014).Klasifikasi https://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi diakses pada tanggal 9 januari 2018
PLPG,belajarpenunjang.(2017). Klasifikasi Makhluk Hidup. https://www.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/f1l3/PLPG2017/Download/materi/ipa/BAB-II_-KLASIFIKASI-MAKHLUK-HIDUP.pdf diakses pada tanggal 9 januari 2018            
      





FENOMENA dan MASALAH SOSIAL DALAM PERPUSTAKAAN

v  MASALAH

1.      Masalah yang terjadi sekarang, tenaga yang mengisi perpustakaan biasanya adalah guru yang prestasi mengajarnya buruk di tempatkan untuk mengurus perpustakaan. Dari segi kesejahteraan gajinya saja sangat jauh dari gaji guru yang mendapatkan sertifikasi. Jika keadaannya demikian, maka sangat kecil kemungkinan untuk memajukan perpustakaan sekolah. Oleh sebab itu maka setiap sekolah sebaiknya memiliki seorang perpustakawan. Namun sangat disayangkan peminat ilmu perpustakaan kini tergolong sedikit.
2.      Kalian pasti tidak asing jika melihat perpustakaan yang di satukan dengan gedung lainnnya khususnya perpustakaan yang ada di Sekolah. Menurut pendapat saya Sekolah sebaiknya diberikan gedung khusus perpustakaan karena perpustakaan itu penting untuk di sekolah karena  perpustakaan adalah sumber informasi apalagi jika di lengkapi dengan fasilitas yang memadai hingga peminat baca di Indonesi meningkat.

v  FENOMENA
1.      Banyak orang menganggap tidak ada hubungannya antara Ujian Nasional (UN) dengan perpustakaan sekolah. Bila memperhatikan hasi UN tahun 2010 ini, maka kegagalan peserta didik sebahagian besar menyangkut Bahasa Indonesia. Mereka tidak menguasai Bahasa Indonesia karena anak didik tidak bisa membaca soal dengan cermat. Ketidakmampuan membaca soal dengan cermat ini dapat ditelusuri penyebabnya ialah anak didik kurang banyak membaca, terutama novel Indonesia.
Hal ini disebabkan karena pengajaran sastra diabaikan padahal sastra ikut mempengaruhi karakter serta kemampuan baca anak didik. Maka penyediaan bahan bacaan di perpustakaan merupakan suatu keharusan dengan perbandingan 60% nonfiksi dan 40% fiksi  . Hal tersebut sangat berbeda misalnya dengan zaman penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, setiap siswa harus baca 25 buku setahun, sedangkan sekarang belum tentu siswa membaca buku sastra dalam setahun. Maka dari itu buatlah perpustakaan adalah gedung atau ruangan yang menarik. Menurut pendapat saya perpustakaan sebaiknya tidak berisikan buku saja. Perpustakaan akan lebih  menarik apabila berisi computer untuk mencari informasi lain di internet dan jaringan wifi yang akan membuat setiap orang menjadi betah di perpustakaan dan tanpa di sadari minat membaca akan meningkat dengan sendirinya.
2.      Dalam perpustakaan pasti ada peminjaman dan pengembalian buku dan setiap anggota perpustakaan harus mengikuti peraturan yang ada di perpustakaan seperti mengembalikan buku tepat pada waktunya dan dalam keadaan yang sama saat meminjam. Namun tidak jarang ada saja anggota perpustakaan yang mengembalikan buku telat pada waktu yang telah di tentukan walaupun sudah sering diingatkan dan ada juga yang mengembalikan buku tapi dalam keadaan yang rusak. Itu dapat merugikan pihak perpustakaan itu sendiri oleh sebab itu maka sebaiknya anggota perpustakaan yang mengembalikan buku tidak tepat waktu dan dalam keadaan buku yang rusak sebaiknya di kenakan denda. Denda yang di kenakan akan di sesuaikan dengan kesalahan yang di buat dan berdasarkan kesepakatan oleh pihak perpustakaan.



KLASIFIKASI DALAM ANALISIS SUBJEK
Oleh
Ni Putu C. Rispasanti Dewi A.S
D3 Perpustakaan, Universitas Udayana

Abstrak
            Tujuan dar penulisan ini adalah guna untuk mengetahui dan melatih menganalisis subjek suatu buku yang akan diterapkan dalam klasifikasi perpustakaan, dalam analisis subjek ini penting diterapkan karena sangat memudahkan pengguna untuk mendapatkan dan mencari buku di perpustakaan dan analisis ini tentu menuntut pustakawan untuk menganalisis subjek ini agar dapat memberikan informasi kepada pustakawan.
            Analisis subjek adalah suatu kegiatan yang dilakukan sebelum menentukan nomor kelas suatu bahan pustaka. Kegiatan ini sangat penting agar bajan pustaka tidak salah dalam menentukan penempatannya serta analisis subjek ini sangat membantu menentukan subjek bahan pustaka kegiatan yang dilakukan adalah untuk mengetahui Jenis konsep, jenis subjek, Jenis nomor kelas serta dengan sepuluh kelas utama dalam DDC.

JENIS KONSEP

1.     Fenomena
Masalah yang menjadi bahasan dalam bahan pustaka. Fenomena ini dibedakan menjadi objek konkret dan objek abstrak.
2.     Disiplin Ilmu
Cabang dari disiplin ilmu utama yang dibahas dalam sebuah bahan pustaka. Disiplin ilmu utama juga dengan istilah disiplin ilmu fundamental dan cabang ilmu subdisiplin.
3.     Bentuk Penyajian
Organisasi penyajian subjek dalam bahan pustaka menurut bentuk fisik. Sistematika penyajian dan bentuk intelektual.

JENIS SUBJEK

1.     Subjek Dasar
Jenis subjek bahan pustaka yang terdiri dari satu sub disiplin ilmu
2.     Subjek Sederhana
Subjek bahan pustaka yang terdiri dari satu faset pembagian dari satu disiplin ilmu
3.     Subjek Majemuk
Jenis subjek bahan pustaka yang terdiri dari  lebih dari satu faset pembagian dari disiplin ilmu
4.     Subjek Kompleks
Jenis subjek suatu bahan pustaka yang terdri sari dua subjek atau lebih yang saling berinteraksi dari satu disiplin ilmu atau lebih.

JENIS NOMOR KELAS DI PERPUSTAKAAN

1.     Warna
Apabila suatu perpustakaan menggunakan warna sebagai identitas nomornya maka subjek dari koleksi diwakili oleh jenis warna untuk setiap subjek.
2.     Huruf
Penggunaan abjad sebagi notasi hamper sama dengan pengguna warna dalam sistem klasifikasi, dimana setiap abjad mewakilii subjek tertentu.
3.     Angka atau nomor klasifikasi
Jenis ini di peroleh dari sistem klasifikasi yang ada. Saat ini ada beberapa sistem klasifikasi yang familiar yang digunakan di Indonesa. Sistem tersebut antara lain Dewey Decimal Classifacition (DDC), Universal Decimal Classification (UDC), Library if Conggress (LC), dan Colon Classification.

Penggunaan klasifikasi DDC lebih sering diterapkan. Dewey Decimal Classification (DDC) yang merukan suatu sistem yang familiar di gunkaan leh perpustakaan di Indonesia karena sistem ini menyangkut seluruh subjek ilmu pengetahuan yang disusun oleh secara sistematis dan teratur. Dalam pembagian ilmu juga dimulai dari yang bersifat umum dan khusus

Sepuluh kelas utama dalam DDC terdiri dari:
- 000            untuk karya umum
- 100            untuk filsafat dan psikologi
- 200            untuk agama
- 300            untuk ilmu sosial
- 400            untuk bahasa
- 500            untuk ilmu murni (sains)
- 600            untuk teknologi/ilmu terapan
- 700            untuk kesenian dan olahraga
- 800            untuk kesusastraan
- 900            untuk sejarah dan geografi

HASIL ANALISIS SUBJEK 20 BAHAN PUSTAKA

1.     Judul           : Menjawab Pertanyaan Tersulit Kehidupan
Pengarang   : Robin Norwood
Penerbit      : PT Bhuana Ilmu Populer
Disiplin Ilmu : Ilmu Psikologi
Fenomena   : Kehidupan
Bentuk        : Buku
Subjek        : Menjawab Pertanyaan
No. Kelas    : 155.6

2.     Judul           : Etika Politik Pejabat Negara
Pengarang   : Dennis F. Thompson
Penerbit      : Yayasan Obor Indonesia
Disiplin Ilmu : Ilmu Filsafat
Fenomena   : Politik Pejabat
Bentuk        : Buku
Subjek        : Etika
No. Kelas    : 172

3.     Judul           : Membangun Perpustakaan Digital
Pengarang   : Abdul Rahman Saleh
Penerbit      : Sagung Seto
Disiplin Ilmu : Ilmu Perpustakaan
Fenomena   : Perpustakaan Digital
Bentuk        : Buku
Subjek        : Membangun Perpustakaan
No. Kelas    : 025

4.     Judul           : Seru dan Unik Ala Kota Nusantara
Pengarang   : Izzudin Irsam Mujib, dkk
Penerbit      : PT Tiga serangkai Pustaka Mandiri
Disiplin Ilmu : Ilmu Budaya
Fenomena   : Seru dan Unik
Bentuk        : Buku
Subjek        : Kota Nusantara
No. Kelas    : 030

5.     Judul           : Sejarah Pendidikan Islam; Pada Periode Klasik dan Pertengahan
Pengarang   : Prof. Dr. H Abuddin Nata, M.A. (Ed)
Penerbit      : PT Raja Grafindo Persada
Disiplin Ilmu : Ilmu Agama
Fenomena   : Pendidikan Islam
Bentuk        : Buku
Subjek        : Sejarah Pendidikan
No. Kelas    : 297.2

6.     Judul           : Sejarah Sosial Pendidikan Islam
Pengarang   : Prof. Dr. Suwito, MA
Penerbit      : Fajar Interpratama Offet
Disiplin Ilmu : Ilmu Agama
Fenomena   : Pendidikan Islam
Bentuk        : Buku
Subjek        : Sejarah Sosial
No. Kelas    : 297.071

7.     Judul           : Patologi Sosial
Pengarang   : Dr. Kartini Kartono
Penerbit      : PT RajaGrafindo Persada
Disiplin Ilmu : Imu Sosial
Fenomena   : Patologi
Bentuk        : Buku
Subjek        : Patologi Sosial
No. Kelas    : 362.042

8.     Judul           : Sosiologi Poltik
Pengarang   : Maurice Duverger
Penerbit      : PT Rajagrafindo Persada
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosial
Fenomena   : Politik
Bentuk        : Buku
Subjek        : Sosiologi Politik
No. Kelas    : 306.2

9.     Judul           : Geliat Pembangunan Kota Denpasar
Pengarang   : Nyoman Sugiarta
Penerbit      : Pemerintah Kota Denpasar
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosial
Fenomena   : Kota Denpasar
Bentuk        : Buku
Subjek        : Geliat Pembangunan
No. Kelas    : 307.76

10.  Judul           : Perilaku Konsumen; dalam Perspektif kewirausahaan
Pengarang   : Dr.H. Mulyadi Nitisusastro
Penerbit      : Alfabeta Bandung
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosial
Fenomena   : Konsumen
Bentuk        : Buku
Subjek        : Perilaku, Perilaku Konsumen
No. Kelas    : 338.04

11.  Judul           : Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab
Pengarang   : Acep Hermawan
Penerbit      : PT Remaja Rosdakarya
Disiplin Ilmu : Ilmu Bahasa
Fenomena   : Arab
Bentuk        : Buku
Subjek        : Pembelajaran Bahasa
No. Kelas    : 492.7

12.  Judul           : 8 Bahasa Dunia
Pengarang   : Herpinus Simanjuntak
Penerbit      : Kesaint Blanc
Disiplin Ilmu : Ilmu Bahasa
Fenomena   : 8 Bahasa
Bentuk        : Buku
Subjek        : Bahasa Dunia
No. Kelas    : 400

13.  Judul           : Di Sebuah Pertemuan
Pengarang   : Hasta Indriyana
Penerbit      : Iranti Mitra Utama
Disiplin Ilmu : Ilmu Sastra
Fenomena   : Pertemuan
Bentuk        : Buku
Subjek        : Pertemuan
No. Kelas    : 899.2211

14.  Judul           :  Bunga Rampai ; Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
Pengarang   :  Drs. C. Ruddyanto, M.A
Penerbit      : PT Percetakan Bali
Disiplin Ilmu : Ilmu Sasta
Fenomena   : Rampai
Bentuk        : Buku
Subjek        : Bunga
No. Kelas    : 899.993

15.  Judul           : Batik Nusantara
Pengarang   : Ari Wulandari
Penerbit      : Andi Yogyakarta
Disiplin Ilmu : Ilmu Seni
Fenomena   : Nusantara
Bentuk        : Buku
Subjek        : Batik
No. Kelas    : 746.662

16.  Judul           : Pesta Kesenian Pesta Media Massa
Pengarang   : I Nyoman Wija
Penerbit      : Putaka Larasan
Disiplin Ilmu : Ilmu Seni
Fenomena   : Bali
Bentuk        : Buku
Subjek        : Kesenian, Media Massa
No. Kelas    : 793.2

17.  Judul           : Budi Daya Coklat
Pengarang   : Tumpal H.S. Siregar dkk
Penerbit      : Penebar Swadaya
Disiplin Ilmu : Ilmu Terapan
Fenomena   : Coklat
Bentuk        : Buku
Subjek        :Budi Daya
No. Kelas    : 633.7

18.  Judul           : Peralatan Bengkel Otomotif
Pengarang   : Zevy D. Maran
Penerbit      : C.V Andi Offset
Disiplin Ilmu : Ilmu terapan
Fenomena   : Bengkel
Bentuk        : Buku
Subjek        : Peralatan Otomotif
No. Kelas    : 621.9

19.  Judul           : Prinsip – Prinsip Kimia Modern
Pengarang   : Oxtoby, Gillis, Nachtrieb
Penerbit      : Erlangga
Disiplin Ilmu : Ilmu Murni
Fenomena   : Modern
Bentuk        : Buku
Subjek        : Prinsip Kimia
No. Kelas    : 540.1

20.  Judul           : Kimia Organik; Suatu kuliah Singkat Edisi Sebelas
Pengarang   : Harlod Hard dkk
Penerbit      : Erlangga
Disiplin Ilmu : Ilmu Murni
Fenomena   : Organik
Bentuk        : Buku
Subjek        : Kimia
No. Kelas    : 540.1

KESIMPULAN

Berdasarkan dari pembahasan tersebut maka dapat saya simpulkan bahwa Analisis subjek merupakan salah satu kegiatan yang penting di perpustakaan karena untuk menentukan subjek atau isi yang terkandung dalam sebuah koleksi. Kegiatan analisis subjek ada beberapa hal sangat penting yaitu jenis konsep dan jenis subjek,Jenis Nomor kelas dan nomor kelas yang sering digunakan ialah menggunkaan jenis nomor kelasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification) maka saya menyebutkan sepuluh kelas utama kelasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification). yang berlaku hingga Interasional.


DAFTAR PUSTAKA


Sigit. (2010, 10 18). Analisis Subjek. Retrieved 04 13, 2018, from Analisis Subjek: https://sigitsinau.wordpress.com/2010/10/18/analisis-subjek/



















MANFAAT KATALOG DULU DAN KINI
OLEH :
NI PUTU CINDRA RISPASANTI DEWI A.S
D3 PERPUSTAKAAN, UNIVERSITAS UDAYANA
NIM:1712312010

Abstrak

            Tujuan dari penulisan paper ini adalah guna untuk mendiskripsikan mengenai Manfaat katalog dari dulu hingga kini.
            Katalog merupakan daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari benda atau barang yang didaftar atau terdaftar. Dulu para pedagang yang menggunakan katalog untuk memasarkan barang yang dijualnya dan kini Pemakai perpustakaan menggunakan koleksi perpustakan guna untuk mencari bahan pustaka . semisalnya pemakai tidak menemukan buku yang diinginkan dalam rak, untuk dapat mengetahui buku yang terdapat di perpustakaan maka di perlukannya alat bantu yang disebut dengan catalog perpustakaan. Dalam sejarah catalog perpustakaan mengalami perkembangan teknologi informasi dan perubahan dalam pencarian informasi para penggunanya . perubahan terjadi dari catalog yang awalnya berupa buku dan berubah menjadi kartu hingga OPAC (Online Public Acces Catalog). Hal inilah menunjukkan bahwa katalog mengalami perubahan menyesuaikan diri dengan prkembangan yang terjadi sesuai dengan khusunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Kata Kunci : Pengertian Katalog, perkembangan katalog, bentuk Katalog

LATAR BELAKANG
            Kata Katalog berasal dari bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar, dalam pengertian umum katalog diartikan sebagai daftar nama-nama, judul dan barang-barang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) katalog adalah carik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau infomasi tertentu yang ingin disampaikan secara berurutan, teratur dan alfabetis. Menurut Sulistyo Basuki (1991) Dalam sejarah kepustakawanan katalogisasi atau pengatalogan adalah keterampilan yang sudah ada sejak berabad-abad lamanya sebagai senarai inventaris.
Pada zaman dulu orang mempromosikan produk yang dimiliki dengan memperlihatkan semuanya dan hal tersebut memliki banyak kelemahan. Oleh karena itu terdapat katalog yang memperlihatkan gambar dan informasi lengkapnya dai atas kertas untuk mewwakili koleksi yang dimiliki. Seiring berkembangnya teknologi maka katalog juga mengalami perubahan yang sangat pesat katalog yang dari kertas mulai berkembang dengan menggunakan komputerdan dirasakan itu lebih efisien dan praktis. Semakin berkembangnya teknologi maka telah adanya internet dan terciptanya katalog online atau biasa di sebut OPAC (Online public Acces Catalog).Sejarah awal katalog diawali dari angkatan latu dari Amerika Serikat pada tahun 1914. Pada saat itu mereka melakukan pengatalogan dengan  mencatat barang-barang militer yan mereka miliki guna untuk memudahkan mereka dalam mengecek barang-barang kembali.
Sesua dengan berkembangnya teknologii maka katalog juga mengalami perkembangan dimana katalog dibagi menjadi beberapa bentuk dan penulis akan menjelaskan manfaat katalog buku, katalog kartu, dan katalog online (OPAC) dari dulu hingga kini. Melihat katalog bermanfaat dalam pembuatan daftar pada barang dan sekarang berkembang dan dpakai oleh perusahaan untuk mempromosikan produk yang dijualnya. Oleh sebab itu penulis mendeskripsikan bagaimana bentuk katalog dari buku ke kartu hinggamenjadi online (OPAC). Dan manfaat katalog dari awal hingga saat ini.

PENGERTIAN KATALOG

Kata Katalog berasal dari bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar, dalam pengertian umum katalog diartikan sebagai daftar nama-nama, judul dan barang-barang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) katalog adalah carik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau infomasi tertentu yang ingin disampaikan secara berurutan, teratur dan alfabetis. Menurut Sulistyo Basuki (1991) Dalam sejarah kepustakawanan katalogisasi atau pengatalogan adalah keterampilan yang sudah ada sejak berabad-abad lamanya sebagai senarai inventaris.
Menurut Sulistyo Basuki (1991) dalam nukunya “Pengantar Ilmu perpustakaan” mendefinskan bahwa katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah kleksi. Daftar ini menunjukkan adanya susunan menut prinsip tertentu sedanngkan buku mencangkup arti buku dalam arti luas.
Katalog sudah dianggap sebagai kebutuhan yang harus ada di perusahaan guna emepermudah kegiatan perusahaan. Katalog telah menjadi wakil dar semua koleksi yang dimiliki menjadi salah satu yang istimewa. Telah terjadi berbagai banyak perubahan baru agar tidak ketinggalan dengan semakin berkembangnya teknologi. Jika saat ini katalog tidak hanya digunakan oleh kegiatan militer dan pemerintahan maka kini telah digunakan secara umum dan dapat digunakan sebagai sarana berbisnis. 
Katalog perpustakaan adalah daftar semua pustaka (buku, majalah, kartografi, keeping CD dll) yang terdapat di perpustakaam dengan dilengkapi oleh semua pencantuman bibliografi sesuai dengan sstem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Oleh Karenna itu diharapkan katalog dapat membantu pemustaka atau pustakwan untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepa. Guna untuk memudahkan dalam proses pertukaran informasi atar perpustakaa atau pusat informasi maka diperlukan adanya keseragaman dalam katalogisasi. Kemudian pada tahun 1967 diterbtkannya suatu peraturan atau pedoman katalogsasi internasional yaitu Anglo American Cataloging Rules (AACR2). Sedangkan di Indonesia terdapat konteks dengan disusun peratuaran katalogisasi Indonesa yang diciptakan oleh Perpustakaan Nasional.

PERKEMBANGAN KATALOG

Katalog saat ini sudah menjadi hal yang biasa pada saat ini. Dimana banyak orang yang berjualan menggunakan katalog untuk mempromosikan produk yang dijualnya seperti di restoran, barang online, dan penjual kosmetik.
Pertama kali katalog diperkenalkan oleh angkatan laut di Amerika Serikat pada tahun 1914 yang diawlai dengan membuat daftar barang milter lalu daftar ini dipublikaskan oleh Naval Depot Supply and Stock Catalog, Walaupun masih awal tapi Katalog ini sangat dirasakan manfaatnya. Tahun 1929 sistem katalog mulai berkembang di Pemerintahan Amerika Serikat dan presiden Hoover memutuskan Federal Standard Stock Catalog digunakan oleh pemerintahan. Sistem katalog mulai berkembang lagi pada tahun 1932 di Amerika Serikat Seragam oleh presiden Roosevelt .
Pada tahun 1935 presiden memutuskan peraturan Federal Standard Stck Catalog di berikan untuk seluruh Negara Amerika. Sistem katalog masih digunakan hingga perang dunia ke-II di lingkungan pemerintahan Amerika Serkat dan terdapat perubahan hiingga terjadi kesemrawutan pada pemerintahan Amerika. Tanggal 18Januari 1945 Roosevelt mengakui kesemrawutan katalog  mengakbatkan pemborsan keuangan dan membahayakan keamanan Negara.
Pada Tanggal 3Juli 1947 Angkatan Darat dan Laut membentuk Sistem cataloging yang sama dan di bentuknya undang-undang pada tanggal 1 juli 1952 yaitu UU No. 436 tentang Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat mengesahkan The Defense Cataloging abd Standarization Aet. Saat ini ditetapkannya sistem penomoran barang menggunakan Federal Stock Numbern (FSN). Sistem katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang menjadi sistem integral. Sistem ini menjadi sistem yang luas dan terdiri berbagai kegiatan. Beberapa kelompok NATO iku menggunakan sistem FSN pada tahun 1945. Maka FSN di rubah menjadi NSN (Nato Stock Number). Pada tahun 1965 mulai berkembangnua katalog barang dan mulai di poses menggunakan Komputer.
Tanggal 1 Januari 1962 dibentuklah Defence Logistics Services Center (DLSC) yang merupakan pusat kegiatan katalog Amerika serta Negara-negara NATO. Sistem NSN ini di resmikan penggunaannya oleh pemerintah Amerika dan Eropa dalam bentuk Blok NATO pada Tahun 1975. Hamper seluruh Negara Eropa menggunakan NSN dan mulai diikuti oleh Negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Di Indonesia yang menggunakan katalog pertama kali adalah TNI AU yang resmi menggunakan sistem ni pada tahun 1983 mesi belum menggunakann NSN.
Katalog mulai berkembang  dapat kita lhat pertama kali digunakan di Amerika Serikat untuk mendaftar barang-barang militer, dan mulai diikuti Negara-negara lainnya termasuk Indonesia Katalog mulai berkembang pesat tidak menutup kemungkinan akan selalu mengamati perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.

BENTUK KATALOG

            Bentuk katalog mulai digunakan di perpustakaan dan mengalami perubahan dan perkembangan masa ke masa. Perkembangn tersebut dapat dilihat dari bentu fisiknya yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1.     Katalog berbentuk buku

Bentuk katalog ini sering disebut dengan katalg cetak. Keuntungnnya dapat dicetak sesuai kebutuhan  dan dapat diletakkan di berbagai tempat dan mudah di sebarluaskan ke perpustakaan lain, mudah ditemukan dengan cepat disimpan mudah menanganinya bentuknya ringkas dan rapi

Kelemahannya adlah dengan cepat usang dan ketinggalan jaman. Hal ini terjadi karena perpustakaan memperoleh buku baru yang berarti katalog sebelumnya harus di perbaharui kembali membuat suplemen. Dengan demikian katalog berbentuk buku tidak luwes, biaya yang di keluarkan lebih banyak karena jumlah cantumannya sering berubah katalog berbentuk in biasanya ditinggalkan dan beralih ke katalog kartu

2.     Katalog Kartu

Bentuk katalo in masih digunakan diperpustakaan hingga saat ini. Keuntungannya ialah lebih praktis sehingga setiap kali penambahan buku baru diperpustakaan tidak akan menimbulkan masalah karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada, Penggunaan katalog kartu tidak dapat dipengaruhi factor luar misalnya terputusnya aliran listrik dan kemungkinan kecil terjadi rusak kecuali jika perpustakaan terbakar.

Kelemahannya ialah satu laci hanya dpat menyimpan 1 jenis entri sehingga pemustaka sering harus sering antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar. Apabila berada dalam jumlah besar maka harus memilah jajaran kartu sesuai urutan indeknya.

Katalog kartu terdiri dari berbagai susunan yang digolongkan menjadi beberapa jeni menjadi beberapa jenis sebagai berikut:
a.     Katalog Abjad   : katalog yang disusun berdasarkan urutan nama  pengarang,subjek, dan judul dalam satu urutan secara alfabetis
Katalog jenis ini dibagi menjadi beberapa jenis:
                      i.        Katalog Pengarang        :digunakan apabla buku yang kita cari diktahui nama pengarangnya. Katalog pengarang disusun secara sistematis berdasarkan nama pengarang suatu karya dalam cabinet katalog.
                     ii.        Katalog Judul                :digunakan apalila buku yang kita cari hanya mengetahui judulnya. Katalog judul disusun berdasarkan judul dalam cabinet katalog melalui katalog judul kita juga dapat mengetahui judul buku yang sama tapi dengan pengarang yang berbeda.
b.    Katalog Leksikal            : dapat digunakan apabila ingin megetahui berbagai buku yang membahas subjek yang sama yang biasanya digunakan untuk kepentingan pembuatan penelitian , makalah dsb. Yang diketahui karya yang dikarang dari berbagai pengarang dengan judul yang berbeda tapidengan pokok pembahasan yang sama.
c.     Katalog terbagi             : katalog yang sebelumnya dibagi berdasarkan subjek, pengarang, dan judul masing-masing kelompok lalu disusun berdasarkan abjad
d.    Katalog                         : Katalog disusun menuruturutan nomor klasifikasi.

3.     Katalog Berbentuk Mikro

Katalog berbentuk mikro atau Computer Ouput Microform (CIM). COM ini dibuat pada salah satu bentuk katalog yang kmurah disbanding katalogbentuk buku dan biaya pemeliharaan juga lebih murah dalam segi perawatan.. bentuk ringkas dan mudah dala penyimpanan

4.     Katalog Komputer Terpasang (Online Computer Catalog)

ONlne Computer Catalog sering yang biasa di sebut OPAC (Online Public Access Catalogue adlah bentuk terbaru yang digunakan di beberapa perpustakaan tertentu. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah dgunakan di perpustakaan OPAC yang dianggap luwes dan mutakhir. Program aplikasi yang digunakan di perpustakaan seperti CDS/ISIS, Inmagic VTLS, Dynix, Tinlb, dll.

FUNGSI KATALOG

Fungs katalog dibagi sesuai dengan berbagai bidang

Bidang Perpustakaan

Dibidang perpustakaan katalog berfungsi antara lain sebagai berikut:
1.     Sebagaihasil pencatatan daftar inventaris dari koleksi yang terdapat di perpustakaan.
2.     Alat yang berguna untuk memudahkan dalam penemuan kembali informasi bahan pustaka yang dicari.
3.     Sebagai alatbantu dalam memilih bahan pustaka dalam hal yang berkaitan dengan edisinya, pengarangnya dan lain-lain.
4.     Menyusun nama pengarang sedemikian rupa hingga karya seseorang dengan bberbagai judul yang berbeda dapat diletakkan secara berdekatan.
5.     Mencatat nomor panggi atau call number untuk menunjukkan dimana bahan pustaka itu berada/tersimpan pada rak atau file.

Bidang Pemasaran

Dibidang pemasaran katalog berfungsi sebagai berikut:
Fungsi katalog dalam bidang pemasaran adalah sebagai kegiatan prmesi yang menjadi media menunjukkan segala macam produk yang dimili oleh suatu perusahaan yang disusun dengan jenis produk dan katagori produknya. Selain itu juga dapat membantu perusahaan agar dapat mempermudah dalam mempromosikan produknya kepada konsumen sehingga konsumen mudah dalam menemukan dan mencari produk yang mereka inginkan.
  
KESIMPULAN

Dari pemaparan paper diatas dapat saya simpulkan bahwa katalog adalah daftar nama-nama, judul dan barang-barang atau infomasi tertentu yang ingin disampaikan secara berurutan, teratur dan alfabetis dan dalam dunia perpustakaan katalog diartikan sebagai daftar dari berbagai jenis koleksi yang dapat berupa buku,kartu dll yang dibuat menurut sistem tetentu bak secara alfabetis atau sistemats yang berguna untuk mempermudah dalam penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan oleh user atau petugas perpustakaan. Katalogisasi adalah proses pembuatan katalog dmana dalam katalg dicantumkan data penting yang terkandung dalam bahan pustaka baik ciri fisik maupun inteletual sepert nama pengarang, judul buku, penerbit dan subjek. Pengataloggan dalah kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen atau katalog yang digunakan untuk sebagai saran dalam penemuan kembali agar dokumen yang dicari ditemukan dengan cepat dan tepat.
Melihat dari perkembangan katalog hingga terdapatnya katalog buku da katalog online yang menandakan bahwa perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya perkembangan pada katalog. Manfaat dari katalog zaman dulukatalog digunakan sebaga daftar barang-barang militer agar mudah dalam pengecekkan kembal sehingga katalog juga digunakan oleh instansi pemerintah. Karena dulu banyak yang menggunakan katalog sehingga membuat katalogyang berbeda –beda dan terjadinya kekacauan. Lalu ketika manusia mengenal computer dan internet katalog berkembang menjadi katalog online. Katalog online yang digunkan hingga saat ini dan digunakan hamper seluruh masyarakat dunia. Karena katalog online terasa lebih praktis disbanding jenis katalog lainnya.  Sehingga katalog buku ditinggalkan dan diperbaharui agar dapat memngimbangi katalog online. Jadi manfaat katalog pada zaman dulu hingga saat ini tidak jauh beda karena terlihat dari fungsinya katalog buku yang digunakan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya dan katalog online lebih berfungsi di perpustakaan dalam memudahkan penemuan kembali informasi.

DAFTAR PUSTAKA

Muhamad,Shakkel. Sejarah Katalogisasi. http://katalogisasi.blogspot.co.id/2010/11/sejarah-katalogisasi.html diakses pada tanggal 11 Februari 2018
Creohous. Jasa Desain Katalog di medan. https://www.creohouse.co.id/jasa-desain-katalog-di-medan/#more-562  di akses pada tanggal 11 Februari 2018
Prisma,dony. Katalog perpustakaan . https://donyprisma.wordpress.com/2012/06/30/katalog-perpustakaan/  di akses pada tanggal 12 februari 2018
Susanti, Susi. Pengertian dan fungsi  katalog macam-macam katalog. http://thisissusis.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-dan-fungsi-katalok-macam.html  di akses pada tanggal 12 februari 2018


Komentar